Kemampuan emosional dan sosial pada balita usia 3 tahun, biasanya sudah berkembang dengan
sendirinya. Balita sudah mulai bisa bermain dalam suatu kelompok atau mengambil bagian dalam sebuah
permainan. Pada usia ini pula daya ingat anak akan berkembang secara optimal. Untuk membantu meningkatkan daya ingat pada balita,
Bunda wajib memberikan stimulasi secara rutin. Salah satu metode stimulasi yang bisa Bunda lakukan
adalah dengan permainan melatih daya ingat anak.
sendirinya. Balita sudah mulai bisa bermain dalam suatu kelompok atau mengambil bagian dalam sebuah
permainan. Pada usia ini pula daya ingat anak akan berkembang secara optimal. Untuk membantu meningkatkan daya ingat pada balita,
Bunda wajib memberikan stimulasi secara rutin. Salah satu metode stimulasi yang bisa Bunda lakukan
adalah dengan permainan melatih daya ingat anak.
Pada usia 3 hingga 5 tahun, kemampuan berbahasa serta komunikasi si Kecil juga berkembang dengan
pesat. Balita akan mengucap beberapa kata, berbicara lebih dari tiga kalimat serta mampu menyebutkan
nama benda yang ada di sekitar. Daya ingat balita akan terus berkembang sesuai dengan peningkatan
kemampuan kognitif balita. Dengan permainan melatih daya ingat anak, ia bisa memainkan
permainan balok susun, puzzle dan permainan sederhana lainnya.
pesat. Balita akan mengucap beberapa kata, berbicara lebih dari tiga kalimat serta mampu menyebutkan
nama benda yang ada di sekitar. Daya ingat balita akan terus berkembang sesuai dengan peningkatan
kemampuan kognitif balita. Dengan permainan melatih daya ingat anak, ia bisa memainkan
permainan balok susun, puzzle dan permainan sederhana lainnya.
Kegiatan permainan melatih daya ingat anak dapat dilakukan dengan serangkaian proses yang
menyenangkan, sehingga si Kecil tidak merasa tertekan dalam belajar mengingat sesuatu. Banyak sekali
contoh permainan yang mampu meningkatkan daya ingat anak usia dini, seperti :
menyenangkan, sehingga si Kecil tidak merasa tertekan dalam belajar mengingat sesuatu. Banyak sekali
contoh permainan yang mampu meningkatkan daya ingat anak usia dini, seperti :
- Puzzle dan bongkar pasang
Permainan bongkar pasang maupun puzzle merupakan permainan yang dapat bunda gunakan sebagai media
melatih daya ingat anak. Permainan ini secara tidak langsung dapat mengasah kemampuan mengendalikan
mata dan tangan dalam koordinasi yang tepat. Selain melatih daya ingat, saat balita menyusun kepingan puzzle
maka secara tidak langsung kecerdasan kognitif balita juga meningkat.
melatih daya ingat anak. Permainan ini secara tidak langsung dapat mengasah kemampuan mengendalikan
mata dan tangan dalam koordinasi yang tepat. Selain melatih daya ingat, saat balita menyusun kepingan puzzle
maka secara tidak langsung kecerdasan kognitif balita juga meningkat.
- Permainan Mengenali Bentuk
Permainan melatih daya ingat anak selanjutnya adalah dengan mengenali berbagai macam bentuk dengan warna
yang menarik, mulai dari bentuk bintang, lingkaran, segitiga, persegi, kotak, bulan sabit dan bentuk-bentuk
menarik lainnya. Dengan memainkan permainan ini, anak akan berusaha mengingat setiap nama dan warna dari
benda yang Bunda sebutkan.
yang menarik, mulai dari bentuk bintang, lingkaran, segitiga, persegi, kotak, bulan sabit dan bentuk-bentuk
menarik lainnya. Dengan memainkan permainan ini, anak akan berusaha mengingat setiap nama dan warna dari
benda yang Bunda sebutkan.
- Bermain Musik
Berbagai permainan alat musik pada umumnya berguna untuk melatih koordinasi yang tepat antara pendengaran,
mata dan tangan. Bunda bisa menggunakan piano sebagai media untuk belajar anak. Pada saat balita memainkan
lagu dengan menekan tombol, maka daya ingat si Kecil akan merekam rangkaian nada atau tuts yang harus
ditekan saay ingin mendengarkan lagu tertentu. Permainan ini juga bertujuan untuk melatih serta
mengembangkan kecerdasan kognitif pada balita.
mata dan tangan. Bunda bisa menggunakan piano sebagai media untuk belajar anak. Pada saat balita memainkan
lagu dengan menekan tombol, maka daya ingat si Kecil akan merekam rangkaian nada atau tuts yang harus
ditekan saay ingin mendengarkan lagu tertentu. Permainan ini juga bertujuan untuk melatih serta
mengembangkan kecerdasan kognitif pada balita.
- Mewarnai
Mewarnai merupakan salah satu kegiatan atau aktivitas belajar yang paling menyenangkan bagi anak-anak.
Pasalnya mereka bisa berekpresi dengan warna-warna yang mereka sukai. Kemampuan otak serta daya ingat
balita juga akan terasah saat ia diminta untuk menyeimbangkan komposisi warna pada gambar yang akan ia
warnai. Selain bermanfaat untuk melatih daya ingat, kegiatan ini juga mampu melatih kemampuan motorik halus
pada balita. Karena ia akan belajar memegang pensil melalui pensil warna maupun crayon.
Pasalnya mereka bisa berekpresi dengan warna-warna yang mereka sukai. Kemampuan otak serta daya ingat
balita juga akan terasah saat ia diminta untuk menyeimbangkan komposisi warna pada gambar yang akan ia
warnai. Selain bermanfaat untuk melatih daya ingat, kegiatan ini juga mampu melatih kemampuan motorik halus
pada balita. Karena ia akan belajar memegang pensil melalui pensil warna maupun crayon.
- Menebalkan angka, huruf, ataupun gambar
Saat si kecil telah mampu memegang pensil ataupun pena untuk menebalkan huruf, angka ataupun gambar,
maka secara tidak langsung kemampuan motorik baik kasar maupun halus pada balita akan semakin terasah dan
terarah. Selain itu, aktivitas yang satu ini juga bisa melatih kemampuan kognitif serta keterampilan yang dimiliki
oleh balita.
maka secara tidak langsung kemampuan motorik baik kasar maupun halus pada balita akan semakin terasah dan
terarah. Selain itu, aktivitas yang satu ini juga bisa melatih kemampuan kognitif serta keterampilan yang dimiliki
oleh balita.
Permainan melatih daya ingat anak di atas bisa Bunda lakukan di sela-sela aktivitas lain bersama
balita. Sebaiknya bunda mengenalkan konsep belajar sambil bermain ini secara perlahan-lahan dan
biarkan anak secara alami memilih sendiri mana kegiatan favoritnya. Lindungi si kecil dari permainan
yang menggunakan bahan berbahaya atau benda tajam, atau bahkan gadget milik Bunda dan Ayah.
Mengenalkan gadget di usia dini akan membuat anak malas melakukan permainan yang menuntutnya
bergerak aktif, menurunkan minatnya terhadap lingkungan, serta membuat anak menjadi anak soliter
dan hanya tepaku pada gadget tersebut saja. Luangkan waktu agar bisa memantau langsung
perkembangan si Kecil juga bisa menjadi sebuah stimulasi yang sangat berharga bagitumbuh kembang
balita.

No comments:
Post a Comment